Jakarta (Kemenag) — Kemenag terus mematangkan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan Islam yang aman dan inklusif. Sekjen Kemenag, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa pesantren ramah anak bukan sekadar pemenuhan fasilitas bersifat fisik, melainkan menciptakan kondisi yang dibangun oleh orang-orang di dalamnya. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan "Peningkatan Kapasitas Fasilitator Pesantren Ramah Anak pada Pesantren", Jakarta, Senin (11/5/2026).
Baca selengkapnya: Kemenag Siapkan Fasilitator Pesantren Ramah Anak
Menurutnya, kegitan semacam ini akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan pesantren menjadi ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengejar keunggulan intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.


