Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi langkah Pesantren Annuqayah, Sumenep, yang tengah mempersiapkan peresmian hutan kampus sebagai ruang belajar ekologis bagi santri dan mahasiswa. Menag menilai inisiatif tersebut sebagai wujud nyata implementasi ekoteologi—penghayatan keagamaan yang selaras dengan kelestarian alam—di lingkungan pesantren.
Apresiasi Pendirian Hutan Kampus Annuqayah, Menag: Contoh Nyata Ekoteologi Pesantren
Menurut Menag, keberadaan hutan kampus mempertegas peran pesantren sebagai pusat wisdom yang melahirkan cendekiawan sekaligus penjaga keseimbangan alam. Ia menilai pesantren-pesantren di Madura terbukti mampu melahirkan akademisi, peneliti, dan tokoh publik yang berpengaruh, dan kini menambah peran strategis di bidang ekologi.


